Didik Ludianto
Shopee Liga 1: Persela Jelajahi Pemain Muda Campuran Swedia-Bali

Shopee Liga 1: Persela Jelajahi Pemain Muda Campuran Swedia-Bali

Posted on

Shopee Liga 1: Persela Jelajahi Pemain Muda Campuran Swedia-Bali. Buat hadapi kelanjutan Shopee Liga 1 2020, Persela Lamongan masih tetap melaksanakan pengejaran pemain muda U-20. Salah satunya ada pemain muda campuran berdarah Swedia-Bali, Indonesia.
Disebut Asisten Pelatih Persela Didik Ludianto, pemain itu ditawarkan ke Nil Maizar bertindak sebagai pelatih kepala. Pemain muda itu dikatakan berkebangsaan Indonesia serta sudah pernah cicipi atmosfer persaingan di Swedia.

Bang Nil dapat juga penawaran dari pemain campuran

“Ini Bang Nil dapat juga penawaran dari pemain campuran, Bapak Swedia serta Ibu Bali, ini masih penyelarasan,” kata Didik Ludianto”Sudah pernah turut persaingan di Swedia namun belum ketahui yang liga berapakah. Barangkali di Elite Pro Academy-nya Swedia,” pungkasnya menyambung.

Akan tetapi, Didik masih malas menyampaikan makin jauh bab ciri-ciri pemain campuran yang ditawarkan ke Persela Lamongan. Dia cuman memberikan indikasi sang pemain muda menaruh impian masuk tim nasional Indonesia U-19.

“Ia tujuannya supaya kepantau Tim nasional U-19, ini masih penyelarasan. Ia baru hadir dari Swedia serta saat ini di Bali, pulang ke tempat tinggalnya,” paparnya.

Tidak hanya mendapat penawaran pemain campuran Swedia-Bali, Didik mengatakan, Persela pun melaksanakan pengejaran pemain U-20 ke beberapa wilayah di Jawa Timur buat penuhi kebijakan pemain level umur itu di kelanjutan Shopee Liga 1 2020.

kawan-kawan pelatih di Sidoarjo

“Mencari ke kawan-kawan pelatih di Sidoarjo, Gresik, Surabaya pun. Pelatihnya kirim CV (Curriculum Vitae) dahulu, bila data bagus baru saya cek sekaligus ke lapangan, siapa tahu sama dengan keinginan Head Coach. Sementara saat ini kita pun inventarisir data yang lokal dari Elite Pro Lamongan, jadi putra wilayah dahulu,” kata Didik.

Bacalah juga: Kebijakan Pemain U-20 di Liga 1 & Liga 2 Nantikan Petunjuk Shin Tae-yong
Disadari Didik, pengejaran pemain U20 mesti dikerjakan dengan teliti biar mendapat pemain yang memiliki kualitas, lantaran pemain itu kedepannya bakal dimainkan di golongan paling tinggi persaingan sepakbola Indonesia, bukanlah sekedar pelengkap klub.

“Perlu diketahui, mereka kedepannya bukan penghuni kursi cadangan, namun main dengan pemain asing, jadi mesti bener-benar spesial,” ujarnya.

Karena itu, kata Didik, pemain U20 yang bisa jadi sisi dari Persela Lamongan buat arungi kelanjutan Shopee Liga 1 2020 mesti punya mutu tehnik serta mental dan punya pengalaman bertanding.

“Sekurang-kurangnya grade-nya mesti pemain utama Liga 3, Liga dua, Elite Pro U20, Elite Pro U18, PON, PPLP serta Diklat. Itu baru kita cek, jadi sesinya banyak memang, lepas rekom harus selalu cek di dalam lapangan. Tempo hari Head Coach pun telpon, kalau menyelenggarakan trial, pun bukan asal-asalan, sekurang-kurangnya CV-nya bagus juga,” ujar Didik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *